Mobil modern kini sudah dilengkapi dengan berbagai teknologi canggih, akhir-akhir ini teknologi Automated Manual Transmission (AMT) kembali tenar setelah salah satu produsen melansir mobil LCGC-nya dengan girboks jenis ini. Pada dasarnya, transmisi ATM sejatinya merupakan girboks manual yang telah lengkap dengan kopling kering dengan pergerakan gigi dan pengaturan kopling yang bekerja keras secara otomatis.
Nah, dari sinilah nama Automated-Manual berasal, yakni otomatisasi transmisi manual atau transmisi manual yang di-otomatis-kan. Cara kerja otomatisasi perpindahan gigi dan aktivasi kopling menggunakan pompa aktuator atau solenoid yang berfungsi menekan kopling dan menggeser posisi persneling ke tingkat yang dibutuhkan.
Sedangkan Perintah untuk memindahkan gigi dan aktivasi kopling diperintahkan oleh modul transmisi maupun ECU girboks. ECU girboks akan membaca parameter di mesin baik itu kecepatan ataupun putaran mesin. Pada level tertentu, sensor akan aktif dan membacanya sebagai perintah untuk menekan kopling dan memindahkan transmisi.
Penjelasannya tersebut memang terlalu panjang ya? Hal ini memang karena perpindahan yang dilakukan secara manual dengan menggeser tuas pun akan memakan waktu sejak tuas digeser hingga transmisi terasa berpindah. Di Indonesia sendiri, teknologi ini pertama kali diadopsi oleh salah satu produsen mobil ketika diluncurkan pada tahun 2000, sedan 4 pintu ini menawarkan perpindahan gigi yang revolusioner di zamannya. Ketika transmisi matik masih diklaim sebagai girboks dengan efisiensi yang buruk, AMT milik si mobil justru menawarkan efisiensi yang lebih baik.
Nah, apa saja ya keunggulan dan kelemahan dari teknologi ini?
Keunggulan utama transmisi jenis ini adalah dimensinya yang tidak sebesar girboks otomatis konvensional maupun CVT. Makanya jangan heran jika mobil-mobil yang mengaplikasikan transmisi jenis ini adalah mereka yang berdimensi kecil dan memiliki ruang mesin yang terbatas. Harganya pun disinyalir tak semahal girboks otomatis konvensional, karenanya beberapa pabrikan memilih menggunakan transmisi jenis ini untuk menekan harga jual. Apalagi dengan transmisi AMT, fitur perpindahan gigi layaknya tiptronik bisa dihadirkan.
Kelemahan paling utama dari transmisi jenis ini adalah perpindahan gigi yang cukup lambat. Lambatnya perpindahan membuat mobil terasa menghentak saat berpindah. Pada akhirnya dibutuhkan perlakuan khusus saat penggunaan agar hentakkan bisa diminimalisir. Kelemahan lainnya adalah yang dimiliki AMT adalah biaya pergantian suku cadang seperti aktuator kopling maupun aktuator persneling ternyata cukup tinggi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar