Salah satu komponen mobil yang jarang mendapatkan perhatian Anda adalah semportan air wiper. Padahal, komponen ini sebaiknya tak diabaikan akrena dalam beberapa kondisi akan menyebabkan masalah serius.
Rifat Sungkar yang merupakan Instruktur dan Direktur Rifat Drive Labs (RDL) juga menegaskan hal tersebut. Menurut putra dari Helmy Sungkar itu, jatuhnya titik air wiper ke mobil terlihat sangat sepel, namun baru akan terasa pada beberapa kondisi.
"Mungkin kalau kondisinya hujan deras, bakal tak begitu terasa. Tapi kalau kondisinya gerimis dan jalan yang dilalui banyak terdapat bekas tanah lumpur yang bisa saja menempel di kaca depan mobil, baru akan terasa. Kalau mau menyalakan wiper, bisa jadi kaca depan makin kotor dan tak ada ruang yang tersisa untuk memandang ke depan," klaim Rifat.
Ia menjelaskan, ketika itu terjadi pada saat mobil dalam kecepatan di atas 50 atau 60 km per jam.
Hal ini akan membuat potensi untuk mengalami insiden jadi sangat besar.
"Minimal kalau titik jatuhnya air wiper tepat berada di arah pandangan mata sejajar ke jalan di depan pengendara, maka masih bisa tertolong," sambungnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar